Saham-saham terdampak MSCI berguguran, IHSG dibuka melemah 1,5%
MSCI menghapus enam saham Indonesia dari Global Standard Index, termasuk AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT, yang berdampak negatif pada pergerakan IHSG.
MSCI menghapus enam saham Indonesia dari Global Standard Index, termasuk AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT, yang berdampak negatif pada pergerakan IHSG.
IHSG turun 0,48% ke 7.072 pada 28 April 2026, dipengaruhi saham AMMN, DSSA, dan TPIA yang melemah. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.617 triliun.
Setelah IPO WBSA, 13 emiten dari sektor finansial hingga energi siap melantai di BEI pada 2026, dengan target maksimal Juni.
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
Saham IFSH, ESSA, hingga PTA menjadi saham top gainers di tengah anjloknya IHSG sebesar 7,89% sepanjang pekan perdagangan 2—6 Maret 2026.
BEI menghentikan sementara perdagangan saham pelayaran seperti HUMI, LEAD, dan SOCI pada 5 Januari 2026 setelah lonjakan harga signifikan untuk melindungi investor.
Saham pelayaran HUMI hingga SMDR melonjak pada perdagangan perdana 2026, didorong permintaan pasar tinggi dan ekspansi armada, meski ada tantangan tarif.
IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,26 dengan nilai transaksi mencapai Rp22,46 triliun dan volume 38,96 miliar lembar. Saham DEWA, ANTM & BULL kinclong.
IHSG ditutup menguat dekati level 8.000 pada hari ini, Rabu (13//8/2024) didukung oleh penguatan saham big caps seperti DCII, DSSA, TLKM, dan ASII.