Indeks Bisnis-27 ditutup lesu, saham BRPT, TLKM, hingga DSNG justru melaju
Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 1,40% ke posisi 488,10 dengan 5 saham menguat, 21 melemah, dan 1 stagnan.
Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 1,40% ke posisi 488,10 dengan 5 saham menguat, 21 melemah, dan 1 stagnan.
IHSG naik 3,39% didorong pengumuman FTSE, mayoritas saham big caps menguat, termasuk BBCA dan BBRI. Indonesia tetap di kelas secondary emerging market.
IHSG diprediksi lanjut koreksi ke 6.745-6.849. Saham AKRA, BMRI, CMRY, dan INKP direkomendasikan untuk dibeli saat melemah.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,20% ke posisi 482,71 dengan saham BUMI, MEDC, dan ADRO memimpin kenaikan.
Saham DSSA, MSIN, dan IMPC pimpin top leaders IHSG pekan ini meski indeks terkoreksi 0,99% ke level 7.026,78.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,47% dipimpin saham INDF dan TLKM. Saham ASII dan JPFA melemah. The Fed wait and see dampak harga minyak, pemerintah siapkan kebijakan.
IHSG ditutup melemah 0,94% ke level 7.097,6 pada 27 Maret 2026, dipengaruhi oleh aksi profit taking dan ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran.
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan dengan menguji level resistance 7.400 pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026).
Saham emas dan batu bara seperti EMAS dan AADI menjadi incaran asing jelang Lebaran, meski IHSG terkoreksi. Analis rekomendasikan AADI dan ARCI.
Saham big caps AMMN, BBRI, dan BREN menjadi top laggards yang membebani IHSG sepanjang pekan ini, dengan AMMN menempati urutan pertama setelah anjlok 19,93%.