Jardine siap terima guyuran dividen Astra International (ASII) Rp5,92 triliun
Jardine berpeluang menerima dividen tunai sekitar Rp5,92 triliun dari PT Astra International Tbk. (ASII) berdasarkan kepemilikan saham sebesar 50,11%.
Jardine berpeluang menerima dividen tunai sekitar Rp5,92 triliun dari PT Astra International Tbk. (ASII) berdasarkan kepemilikan saham sebesar 50,11%.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada 17 April 2026, didorong saham ASII, UNTR, dan BRPT. IHSG juga naik 0,28%.
10 saham terbesar di FTSE Indonesia menguasai 75,44% kapitalisasi pasar, dengan sektor finansial mendominasi. BBCA memimpin dengan bobot 18,81%.
Astra International (ASII) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana Rp2 triliun.
Empat direksi Astra International membeli saham ASII senilai Rp21,44 miliar untuk investasi, meningkatkan kepemilikan mereka di perusahaan otomotif tersebut.
Astra International (ASII) mengusulkan dividen final 2025 sebesar Rp292 per saham, turun dari tahun sebelumnya. Laba bersih 2025 turun 3,34% YoY.
PT Astra International Tbk. (ASII) telah melakukan buyback saham senilai Rp684,97 miliar, menyerap 104.850.800 lembar saham dari alokasi maksimal Rp2 triliun.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Astra International (ASII) akan melakukan buyback saham senilai Rp2 triliun untuk meningkatkan nilai pemegang saham, menggunakan dana internal tanpa dampak negatif pada kinerja keuangan. Aksi ini berlangsung 19 Januari-25 Februari 2026.
OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.700 pada 2026, dengan sektor perbankan dan otomotif sebagai unggulan berkat kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.