Astra International (ASII) bakal buyback saham Rp8 triliun
Astra International (ASII) berencana melakukan buyback saham dengan mengalokasikan dana sekitar Rp8 triliun selama 12 bulan ke depan.
Astra International (ASII) berencana melakukan buyback saham dengan mengalokasikan dana sekitar Rp8 triliun selama 12 bulan ke depan.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,15% ke 446,08, namun saham MIKA, TLKM, dan JPFA tetap menguat. Pelemahan dipicu rumor pengaturan ekspor komoditas.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,73% ke 456,43, tetapi saham ASII, TLKM, dan MEDC menguat.
Jardine berpeluang menerima dividen tunai sekitar Rp5,92 triliun dari PT Astra International Tbk. (ASII) berdasarkan kepemilikan saham sebesar 50,11%.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada 17 April 2026, didorong saham ASII, UNTR, dan BRPT. IHSG juga naik 0,28%.
10 saham terbesar di FTSE Indonesia menguasai 75,44% kapitalisasi pasar, dengan sektor finansial mendominasi. BBCA memimpin dengan bobot 18,81%.
Astra International (ASII) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana Rp2 triliun.
Empat direksi Astra International membeli saham ASII senilai Rp21,44 miliar untuk investasi, meningkatkan kepemilikan mereka di perusahaan otomotif tersebut.
Astra International (ASII) mengusulkan dividen final 2025 sebesar Rp292 per saham, turun dari tahun sebelumnya. Laba bersih 2025 turun 3,34% YoY.
PT Astra International Tbk. (ASII) telah melakukan buyback saham senilai Rp684,97 miliar, menyerap 104.850.800 lembar saham dari alokasi maksimal Rp2 triliun.