Saham WBSA masuk daftar HSC BEI, kepemilikan terkonsentrasi 95,82%
Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dengan kepemilikan terkonsentrasi 95,82%.
Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dengan kepemilikan terkonsentrasi 95,82%.
Lo Kheng Hong meningkatkan kepemilikan saham di PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) sebanyak 1.240.000 lembar pada April 2026.
OJK ungkap dampak jangka pendek HSC: tekanan jual dan risiko outflow asing, namun ini transisional menuju pasar modal lebih sehat dan transparan.
Investor Lo Kheng Hong meningkatkan kepemilikan saham DILD menjadi 707 juta lembar per April 2026, karena harga saham yang terdiskon.
BEI dan KSEI resmi menerapkan mekanisme pengumuman high shareholder concentration(HSC) untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham.
Direksi Bank JTrust (BCIC) menambah kepemilikan saham sebanyak 203.100 lembar pada 26 Maret 2026 untuk investasi, tanpa mengubah kontrol perseroan.
Empat direksi Astra International membeli saham ASII senilai Rp21,44 miliar untuk investasi, meningkatkan kepemilikan mereka di perusahaan otomotif tersebut.
KSEI kini mempublikasikan data pemegang saham emiten di atas 1%, meningkatkan transparansi pasar modal. Data ini mencakup investor besar seperti Lo Kheng Hong.
Joseph Sanusi Tjong, Presiden Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), membeli 2 juta saham ASRI senilai Rp322 juta untuk investasi langsung.
OJK perketat transparansi UBO dan data kepemilikan saham untuk reformasi pasar modal, tingkatkan kredibilitas investasi Indonesia dengan praktik internasional.