Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, seiring IHSG ambles hari ini (3/6)
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
Lo Kheng Hong membeli 19,9 juta saham SIMP seharga Rp600 per saham, meningkatkan kepemilikannya menjadi 5,11%. Investasi ini menambah portofolio sawitnya.
Saham TPIA, ADES, dan GZCO naik setelah promosi ke Papan Utama BEI, menunjukkan kenaikan harga signifikan pada perdagangan 29 Mei 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG dapat kembali menguat hingga level 8.000 berkat membaiknya fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan.
OJK menilai pelemahan IHSG ke 6.396,26 wajar, dipicu tensi geopolitik dan kebijakan moneter global, serta rebalancing MSCI. Indeks tetap mencerminkan fundamental pasar.
Sejumlah emiten, termasuk AADI, UNTR, dan KLBF, berencana buyback saham triliunan rupiah untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan kepercayaan investor.
Analis menilai buyback dapat meredam penurunan harga saham dan tingkatkan kepercayaan investor, namun efektivitasnya tergantung likuiditas & fundamental emiten.
Perusahaan terbuka agresif buyback saham untuk stabilkan harga dan tunjukkan kepercayaan diri di tengah pasar bergejolak akibat isu geopolitik dan harga minyak.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,27% ke 480,40, tetapi saham INCO, INKP, dan MEDC tetap menguat. IHSG diprediksi masih dalam tekanan.
Menjelang Idul Fitri 1447 H, IHSG berpotensi menghadirkan peluang sektoral, bukan reli menyeluruh. Stimulus konsumsi besar, namun pasar rapuh dan likuiditas menipis. Investor harus selektif dan fokus pada fundamental emiten.