Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, seiring IHSG ambles hari ini (3/6)
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
IHSG dibuka melemah ke 6.194, terhambat saham big caps seperti BBCA dan BREN. Meski demikian, beberapa saham seperti BBRI dan BMRI menguat. Inflasi dan PMI manufaktur menjadi sentimen pasar.
Saham PT Barito Renewables Energy (BREN) memimpin top gainers pekan ini dengan kenaikan 34,69%, diikuti oleh OMRE dan GULA. IHSG melemah 0,56%.
Saham ASPR hingga AMRT alami penurunan signifikan pekan ini, dengan ASPR turun 37,85%. IHSG melemah 0,56% dan investor asing jual bersih Rp8,519 triliun.
IHSG turun 0,56% ke 6.127,38 pada 25-29 Mei 2026. Kapitalisasi pasar naik 0,88% ke Rp10.729 triliun. Transaksi harian naik 30,37%, meski frekuensi dan volume turun.
Indeks Bisnis-27 ditutup di zona merah dengan pelemahan signifikan dari saham INCO, ASII, dan AMRT.
Saham big caps seperti TPIA, DSSA, dan BREN menjadi penekan utama IHSG dengan penurunan masing-masing 53,49%, 47,34%, dan 23,44% sepanjang pekan ini.
IHSG dibuka melemah 1,21% ke 6.020 pada 22 Mei 2026, dipicu minimnya katalis positif dan sentimen negatif eksternal, serta koreksi saham big caps seperti BBCA dan TPIA.
Wakil Ketua DPR dan CEO Danantara kunjungi BEI saat IHSG melemah akibat sejumlah sentimen global.
Rupiah melemah ke level terendah akibat sentimen The Fed hingga harga minyak, sehingga memicu ekspektasi kenaikan BI Rate.