IHSG sepekan turun 3,53% ke 6.723, kapitalisasi pasar bursa menguap Rp581 triliun
IHSG turun 3,53% ke level 6.723 sepanjang perdagangan pekan ini, 11-13 Mei 2026 dengan kapitalisasi pasar berkurang Rp581 triliun menjadi Rp11.825 triliun.
IHSG turun 3,53% ke level 6.723 sepanjang perdagangan pekan ini, 11-13 Mei 2026 dengan kapitalisasi pasar berkurang Rp581 triliun menjadi Rp11.825 triliun.
MSCI menghapus enam saham Indonesia dari Global Standard Index, termasuk AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT, yang berdampak negatif pada pergerakan IHSG.
Indeks Bisnis-27 ditutup turun 1,14% ke 465,81, meski begitu, saham INCO, MBMA, ASII, dan MAPI tetap mencatatkan kenaikan signifikan.
IHSG diprediksi melemah, namun saham MAPA, PNLF, dan BDMN direkomendasikan oleh BRI Danareksa Sekuritas. Pasar fokus pada royalti mineral dan rebalancing MSCI.
IHSG turun 4,63% sepekan, saham MORA, BBRI, dan BBCA jadi top leaders, sementara AMMN dan DSSA jadi top laggards.
IHSG diprediksi melemah pekan ini, saham nikel dan CPO jadi andalan di tengah sentimen global. Rekomendasi saham: AADI, LSIP, SSIA.
IHSG turun ke 6.956,80 pada April 2026, terendah di Asia. Saham komoditas seperti EMAS dan ADRO tetap cuan.
IHSG ditutup melemah 2,03% ke 6.956,80 pada 30 April 2026, dipengaruhi penurunan saham DSSA dan BREN. Hanya 133 saham menguat, 576 turun.
Indeks Bisnis-27 turun 0,38% ke 469,16 pada 28 April 2026, dipicu pelemahan saham JPFA, AMRT, dan DSNG. IHSG juga melemah 0,48% ke 7.072,39.
IHSG turun ke 7.058,85 di tengah kekhawatiran pasar menanti rapat FOMC terakhir Jerome Powell dan ketidakpastian geopolitik.