Jelang rebalancing MSCI, saham konglomerat risiko hadapi badai ARB
Sejumlah saham konglomerat Indonesia berisiko ARB setelah rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026. Nasibnya bergantung pada daya serap pasar terhadap saham yang dilepas.
Sejumlah saham konglomerat Indonesia berisiko ARB setelah rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026. Nasibnya bergantung pada daya serap pasar terhadap saham yang dilepas.
Di tengah tekanan rebalancing MSCI, saham SMMA, BRMS hingga INCO menjadi penopang utama IHSG dan masuk ke dalam daftar 10 top leaders.
IHSG melemah 3,53% usai rebalancing MSCI, dengan BMRI, BREN, dan TPIA sebagai pemberat utama. Kapitalisasi pasar turun 4,68% menjadi Rp11.825 triliun.
IHSG turun 3,53% ke level 6.723 sepanjang perdagangan pekan ini, 11-13 Mei 2026 dengan kapitalisasi pasar berkurang Rp581 triliun menjadi Rp11.825 triliun.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pengumuman hasil rebalancing indeks MSCI memberikan kepastian bagi pasar saham Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian.
Grup Salim mempertahankan kepemilikan saham besar di BUMI hingga 2025. Saham BUMI melonjak 238,71% dalam setahun, berpotensi masuk MSCI Index Februari 2026.
Rebalancing MSCI memasukkan DSSA dan CUAN diproyeksi bawa IHSG naik. IHSG diprediksi bergerak di 7.450-7.550, didorong inflow dan pemulihan ekonomi.