Masuki Mei, IHSG dibayangi sentimen sell in May

IHSG memasuki Mei dengan sentimen “sell in May” di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI, meski ada peluang rebound jika sentimen membaik.

Efek MSCI: Dana asing tertahan, IHSG tertekan

IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.

Terdepak dari Indeks LQ45 dan IDX80, saham BREN-DSSA justru melaju hijau

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik meski dikeluarkan dari indeks LQ45 dan IDX80.

Target IHSG 7.500 pada 2026, HSBC soroti problem rupiah hingga MSCI

HSBC memproyeksikan IHSG mencapai 7.500 pada 2026 meski ada tantangan seperti fluktuasi rupiah, net sell investor asing, hingga isu MSCI.

Efektif Mei 2026 BEI perketat kriteria saham indeks IDX80

BEI akan memperketat kriteria saham IDX80 mulai Mei 2026 untuk mencerminkan dinamika pasar. Perubahan meliputi likuiditas, free float, dan konsentrasi kepemilikan.

Nilai transaksi saham di Wilker OJK Malang tembus Rp5,78 triliun per Februari

Nilai transaksi saham di OJK Malang mencapai Rp5,78 triliun pada Februari 2026, naik 112,04% yoy. Investor tumbuh 45,76% dengan 441.454 SID.

Penopang IHSG di fase transisi pasar modal demi pikat asing dalam jangka panjang

Otoritas pasar modal Indonesia menerapkan reformasi untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas, meski ada tekanan jual jangka pendek.