IHSG dibuka menguat 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN hingga TPIA rebound
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG dibuka naik 0,58% ke 7.147, saham BBCA, BREN, TPIA menguat. Namun, IHSG berisiko terkoreksi karena aksi jual asing dan ketidakpastian geopolitik.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik meski dikeluarkan dari indeks LQ45 dan IDX80.
HSBC memproyeksikan IHSG mencapai 7.500 pada 2026 meski ada tantangan seperti fluktuasi rupiah, net sell investor asing, hingga isu MSCI.
BEI akan memperketat kriteria saham IDX80 mulai Mei 2026 untuk mencerminkan dinamika pasar. Perubahan meliputi likuiditas, free float, dan konsentrasi kepemilikan.
Nilai transaksi saham di OJK Malang mencapai Rp5,78 triliun pada Februari 2026, naik 112,04% yoy. Investor tumbuh 45,76% dengan 441.454 SID.
IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307,59 didorong oleh penguatan saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA.
Otoritas pasar modal Indonesia menerapkan reformasi untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas, meski ada tekanan jual jangka pendek.
IHSG turun 17,81% di Q1 2026. Analis sarankan beli saham diskon dan dividen tinggi, fokus pada diversifikasi dan strategi value investing.
IHSG turun 5,91% ke 7.137,21 pada 9-13 Maret 2026, kapitalisasi pasar BEI turun 6,96% menjadi Rp12.678 triliun. Transaksi harian juga menurun signifikan.
IHSG diprediksi menguat pada 23 Februari 2026, dengan saham IMPC, ARCI, dan VKTR direkomendasikan BRI Danareksa. Sentimen positif dari komunikasi OJK dan BEI.