Masuki Mei, IHSG dibayangi sentimen sell in May

IHSG memasuki Mei dengan sentimen “sell in May” di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI, meski ada peluang rebound jika sentimen membaik.

Efek MSCI: Dana asing tertahan, IHSG tertekan

IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.

IHSG anjlok 3,06%, sentimen MSCI dan pelemahan rupiah jadi biang kerok

Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Tarik ulur sentimen FTSE dan MSCI bayangi prospek saham Barito (BREN)

Saham Barito Renewables Energy (BREN) dipengaruhi sentimen FTSE dan MSCI. Meski ada spekulasi, BREN fokus pada target kapasitas 1 GW pada 2026.

Penopang IHSG di fase transisi pasar modal demi pikat asing dalam jangka panjang

Otoritas pasar modal Indonesia menerapkan reformasi untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas, meski ada tekanan jual jangka pendek.

IHSG rawan tekanan jual asing, pelaku pasar minta BEI implementasi aturan bertahap

IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.

IHSG anjlok di bawah 7.000, BEI: Penurunan jangka pendek jadi peluang

Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.

Meneropong arah IHSG imbas gonjang-ganjing tarif Trump

IHSG naik 1,5% di tengah pembatalan tarif Trump oleh MA AS, memicu arus beli asing. Investor disarankan fokus pada sektor consumer, energy, dan property.

Menanti kabar baik MSCI, reformasi pasar modal penentu rebound IHSG

IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.