Membaca arah IHSG semester II/2026 usai rebalancing FTSE dan MSCI
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
IHSG diprediksi volatil hingga Juni 2026 akibat rebalancing indeks global. Saham RI terdepak, memicu risiko outflow besar. Reformasi pasar modal jadi harapan.
Rupiah melemah hingga Rp17.500 per dolar AS dipicu faktor global seperti perang AS-Israel-Iran. BI yakin langkah stabilisasi akan menguatkan rupiah.
Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG menjadi indeks dengan kinerja terburuk di regional, dengan peluang akumulasi bertahap untuk saham berfundamental baik terbuka lebar.
Saham pasar negara berkembang menguat awal 2026, didorong oleh saham berbasis AI dan peran Asia dalam AI, mencapai level tertinggi sejak 2021.
Saham LQ45 berpotensi rebound karena pemangkasan suku bunga The Fed, meski reli besar kemungkinan selektif. Sektor bank dan properti bisa memanfaatkan momentum ini.
Investor asing membeli saham di BEI senilai Rp12,8 triliun pada Oktober 2025, menunjukkan kepercayaan pada ekonomi Indonesia. Arus masuk ini tertinggi dalam setahun.
Harga emas dan IHSG menguat bersamaan karena tekanan ekonomi AS, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan ketidakpastian global akibat shutdown AS.
IHSG tembus 8.017 saat pidato Prabowo, saham BBRI, BBCA, TLKM diborong Ifonti.com buy asing Rp4,86 triliun sepekan, didorong prospek positif dan valuasi atraktif.