Bursa Korsel ambrol, saham Samsung jadi sasaran aksi jual investor asing
Bursa Korea Selatan anjlok 6,12% pada 15 Mei 2026, dipicu aksi jual investor asing pada saham teknologi seperti Samsung, setelah reli AI global.
Bursa Korea Selatan anjlok 6,12% pada 15 Mei 2026, dipicu aksi jual investor asing pada saham teknologi seperti Samsung, setelah reli AI global.
Kinerja keuangan GOTO, BUKA, dan BELI menunjukkan perbaikan, namun sahamnya dinilai lebih cocok untuk trading jangka pendek daripada investasi jangka panjang.
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan dengan menguji level resistance 7.400 pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2026).
Saham sektor teknologi dan komoditas seperti emas dan batu bara diprediksi memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang di tengah konflik global, berbeda dengan saham migas yang reli-nya singkat.
Berkshire Hathaway memangkas saham Amazon dan Apple, beralih ke media, energi, dan asuransi dengan investasi besar di New York Times, Chevron, dan Chubb.
Wall Street ditutup variatif; Nasdaq turun 0,65% akibat pelemahan saham teknologi, sementara Dow Jones naik 0,54%. Fokus investor pada data ekonomi AS.
Wall Street menguat dengan S&P 500 cetak rekor berkat saham AI. Saham Nvidia, Microsoft, dan Amazon naik, sementara sektor material memimpin kenaikan.
Wall Street menguat didorong saham semikonduktor dan optimisme AI, dengan S&P 500 naik 0,62%, Nasdaq 0,61%, dan Dow Jones 1,02% pada 6 Januari 2026.
Wall Street menguat, Dow Jones cetak rekor tertinggi didorong saham keuangan. Sentimen positif dari kebijakan AS terhadap Venezuela dan sektor energi.
Saham pasar negara berkembang menguat awal 2026, didorong oleh saham berbasis AI dan peran Asia dalam AI, mencapai level tertinggi sejak 2021.