Kinerja membaik, saham GOTO, BUKA, BELI masih layak dikoleksi?
Kinerja keuangan GOTO, BUKA, dan BELI menunjukkan perbaikan, namun sahamnya dinilai lebih cocok untuk trading jangka pendek daripada investasi jangka panjang.
Kinerja keuangan GOTO, BUKA, dan BELI menunjukkan perbaikan, namun sahamnya dinilai lebih cocok untuk trading jangka pendek daripada investasi jangka panjang.
Hans Patuwo menjadi CEO baru GOTO, menggantikan Patrick Walujo. Pergantian ini diharapkan membawa sentimen positif bagi saham GOTO dengan fokus pada profitabilitas dan efisiensi.
Saham GOTO melonjak 8,20% di tengah isu merger dengan Grab, didorong oleh kabar dari Istana Kepresidenan. Saham afiliasi GOTO juga mayoritas menguat.
GOTO berpotensi re-rating saham ke Rp100 berkat perbaikan kinerja keuangan, berkat sinergi dengan Ifonti.com, dan ekspansi GOTO Finansial.