Indocement (INTP) siap guyur Rp750 miliar buat aksi buyback saham

Indocement (INTP) alokasikan Rp750 miliar untuk buyback saham guna stabilkan harga dan jaga kepercayaan investor.

Buyback jadi senjata emiten saat IHSG tertekan, seberapa ampuh?

Analis menilai buyback dapat meredam penurunan harga saham dan tingkatkan kepercayaan investor, namun efektivitasnya tergantung likuiditas & fundamental emiten.

Daftar panjang emiten siapkan buyback saham

Perusahaan terbuka agresif buyback saham untuk stabilkan harga dan tunjukkan kepercayaan diri di tengah pasar bergejolak akibat isu geopolitik dan harga minyak.

Emiten cat Hermanto Tanoko (AVIA) putuskan bagi dividen Rp1,36 triliun

Avia Avian (AVIA) membagikan dividen Rp1,36 triliun, setara Rp23 per saham, mencerminkan 78,18% dari laba bersih 2025, sebagai komitmen imbal hasil optimal.

Bank Mandiri (BMRI) tetapkan RUPS penentu dividen pada 29 April 2026

Bank Mandiri (BMRI) akan mengadakan RUPST pada 29 April 2026 untuk membahas penggunaan laba bersih 2025, termasuk pembagian dividen & agenda strategis lainnya.

Ini alasan Bukit Asam (PTBA) belum prioritaskan aksi buyback saham saat ini

PT Bukit Asam (PTBA) belum memprioritaskan buyback saham karena kondisi pasar dinamis dan stabilitas saham. Kenaikan harga batu bara mendukung kinerja meski biaya operasional naik.

Kalbe Farma siap buyback Rp500 miliar, jaga stabilitas harga saham KLBF

Kalbe Farma akan buyback saham senilai Rp500 miliar mulai 2 April-2 Juli 2026 untuk menjaga stabilitas harga saham KLBF di tengah fluktuasi pasar.

CIMB Niaga (BNGA) gelar RUPS tahunan 17 April 2026, bahas dividen hingga buyback saham

CIMB Niaga gelar RUPS 17 April 2026 bahas laporan keuangan, dividen, buyback saham, dan perubahan pengurus di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan.

Bank Mandiri (BMRI) berencana buyback saham maksimal Rp1,17 triliun, catat jadwalnya

Bank Mandiri (BMRI) akan buyback saham hingga Rp1,17 triliun untuk memperkuat nilai jangka panjang. Jadwal buyback: 30 April 2026-29 April 2027.