Astra International (ASII) bakal buyback saham Rp8 triliun
Astra International (ASII) berencana melakukan buyback saham dengan mengalokasikan dana sekitar Rp8 triliun selama 12 bulan ke depan.
Astra International (ASII) berencana melakukan buyback saham dengan mengalokasikan dana sekitar Rp8 triliun selama 12 bulan ke depan.
Harita Nickel (NCKL) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun setelah mendapat persetujuan dalam RUPST pada 30 Juni 2026.
ADRO dan MIKA direkomendasikan untuk buyback saham di tengah pasar lesu. ADRO buyback hingga Rp4 triliun, MIKA Rp1 triliun. Keduanya dinilai menarik.
GOTO berencana buyback saham senilai Rp3,5 triliun hingga 2027 untuk optimalkan struktur modal dan tingkatkan nilai pemegang saham.
Emiten perbankan raksasa milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengirim sinyal optimistis kepada para pelaku pasar di tengah tren koreksi sahamnya.
BCA (BBCA) mulai buyback saham pada 28 April 2026, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis.
Bank Mandiri (BMRI) akan buyback saham hingga Rp1,17 triliun dalam 12 bulan, menyimpan sebagai saham treasuri untuk program kepemilikan karyawan.
Indika Energy (INDY) akan menjual 7,5 juta saham hasil buyback mulai 11 Mei hingga 5 Juli 2026.
Sejumlah emiten, termasuk AADI, UNTR, dan KLBF, berencana buyback saham triliunan rupiah untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan kepercayaan investor.
Indocement (INTP) alokasikan Rp750 miliar untuk buyback saham guna stabilkan harga dan jaga kepercayaan investor.