Punya kas jumbo, GOTO berencana buyback saham Rp3,5 triliun
GOTO berencana buyback saham senilai Rp3,5 triliun hingga 2027 untuk optimalkan struktur modal dan tingkatkan nilai pemegang saham.
GOTO berencana buyback saham senilai Rp3,5 triliun hingga 2027 untuk optimalkan struktur modal dan tingkatkan nilai pemegang saham.
Emiten perbankan raksasa milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengirim sinyal optimistis kepada para pelaku pasar di tengah tren koreksi sahamnya.
BCA (BBCA) mulai buyback saham pada 28 April 2026, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis.
Bank Mandiri (BMRI) akan buyback saham hingga Rp1,17 triliun dalam 12 bulan, menyimpan sebagai saham treasuri untuk program kepemilikan karyawan.
Indika Energy (INDY) akan menjual 7,5 juta saham hasil buyback mulai 11 Mei hingga 5 Juli 2026.
Sejumlah emiten, termasuk AADI, UNTR, dan KLBF, berencana buyback saham triliunan rupiah untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan kepercayaan investor.
Indocement (INTP) alokasikan Rp750 miliar untuk buyback saham guna stabilkan harga dan jaga kepercayaan investor.
Analis menilai buyback dapat meredam penurunan harga saham dan tingkatkan kepercayaan investor, namun efektivitasnya tergantung likuiditas & fundamental emiten.
Perusahaan terbuka agresif buyback saham untuk stabilkan harga dan tunjukkan kepercayaan diri di tengah pasar bergejolak akibat isu geopolitik dan harga minyak.
Avia Avian (AVIA) membagikan dividen Rp1,36 triliun, setara Rp23 per saham, mencerminkan 78,18% dari laba bersih 2025, sebagai komitmen imbal hasil optimal.