Investor selektif di tengah gejolak, IPO diproyeksi bergeliat semester II/2026
Aktivitas IPO di Indonesia diproyeksikan meningkat pada semester II/2026, meski tantangan global dan regulasi ketat membuat perusahaan lebih selektif.
Aktivitas IPO di Indonesia diproyeksikan meningkat pada semester II/2026, meski tantangan global dan regulasi ketat membuat perusahaan lebih selektif.
Bank Permata (BNLI) membagikan dividen Rp35 per saham, total Rp1,26 triliun dari laba 2025. RUPST menyetujui penggunaan laba bersih Rp3,6 triliun.
Pengumuman MSCI tentang pembekuan rebalancing indeks dapat memicu perbaikan pasar saham Indonesia dengan meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor.
Danantara Indonesia berencana meningkatkan likuiditas saham di BEI dengan investasi US$10 miliar, fokus pada proyek strategis dalam negeri dan pasar saham.
Bank Mandiri membuka opsi dividen interim, namun belum ada rencana spesifik. Keputusan final dividen bergantung pada RUPS dan mempertimbangkan kesehatan modal.
Asing mulai meredam aksi jual pada awal September 2025 seiring kondisi politik lebih kondusif yang membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana ke pasar.
IHSG diprediksi tembus 8.000 pada HUT RI ke-80, didorong IPO berkualitas dan kebijakan pro-market. Emiten IPO perlu tata kelola baik untuk kinerja berkelanjutan.