Investor selektif di tengah gejolak, IPO diproyeksi bergeliat semester II/2026
Aktivitas IPO di Indonesia diproyeksikan meningkat pada semester II/2026, meski tantangan global dan regulasi ketat membuat perusahaan lebih selektif.
Aktivitas IPO di Indonesia diproyeksikan meningkat pada semester II/2026, meski tantangan global dan regulasi ketat membuat perusahaan lebih selektif.
IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.
IHSG diperkirakan bergerak terkonsolidasi pekan depan, dengan sejumlah saham seperti MYOR, ELSA, hingga SMBR menjadi pilihan.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
IHSG naik 3,49% ke 8.212, Ifonti.com sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.
IHSG turun 0,64% ke 8,212 jelang libur Imlek, dipengaruhi saham BBCA, TLKM, dan BREN. Pasar Asia melemah, investor berhati-hati, Rupiah juga melemah.
Danantara Indonesia menargetkan IPO BUMN pada 2027 setelah menyelesaikan 41 rencana strategis. Fokus pada konsolidasi dan efisiensi sebelum go public.
Reformasi Danantara dan stimulus fiskal diproyeksikan mendorong pertumbuhan saham BUMN pada 2026, dengan fokus pada sektor perbankan dan infrastruktur.
Saham konglomerat naik signifikan di 2025, peluang rotasi sektoral di 2026 fokus pada infrastruktur, transportasi, konsumer, energi, properti, dan telco.
Pasar saham Indonesia 2025 didominasi saham teknologi, IDXTECHNO naik 143,55% ytd. Saham sektor lain juga menguat, namun IDXFINANCE dan IDXNONCYC tertinggal.