Jelang rebalancing MSCI Mei, ini deretan saham yang berpeluang curi perhatian

MSCI memperpanjang pembekuan saham Indonesia hingga Mei 2026, menahan kenaikan bobot indeks. Namun, peluang investasi tetap ada di sektor energi, telekomunikasi, dan perbankan.

Ada sentimen MSCI, Maybank pertahankan target IHSG di level 8.400 akhir 2026

Maybank Sekuritas mempertahankan target IHSG di level 8.400 pada akhir 2026 meskipun MSCI memperpanjang penghentian sementara saham Indonesia hingga Mei 2026.

Deretan sektor saham potensial cuan saat suku bunga BI ditahan

Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.

Sinyal dividen jumbo bluechips, mampukah jadi magnet investor asing?

Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.

Indeks Bisnis-27 dibuka di zona hijau, saham AMRT, JPFA, MYOR bergeliat

Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 1,7% ke 529,30, dengan saham AMRT, JPFA, dan MYOR naik signifikan. Tekanan jual asing mereda, IHSG berpeluang rebound.

Mandiri Sekuritas: IHSG level 9.000 tinggal tunggu waktu

Mandiri Sekuritas optimis IHSG capai 9.000, didorong investor ritel dan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, ritel, serta pertambangan.

Saham teknologi jawara 2025, sektor mana bakal naik panggung pada 2026?

Saham teknologi memimpin 2025, sektor konsumer, properti, dan keuangan diprediksi naik pada 2026. IHSG bisa tembus 10.500 dengan stabilitas ekonomi.

Berburu sektor potensial saat IHSG diteropong tembus 9.000 pada 2026

IHSG diproyeksikan tembus 9.000 pada 2026, dengan sektor konsumer, perbankan, dan telekomunikasi sebagai pendorong utama. Proyeksi ini didukung oleh pertumbuhan laba emiten dan insentif fiskal pemerintah.