Kenaikan BI rate bikin emiten lebih selektif ekspansi dan tambah utang
Kenaikan BI Rate mendorong emiten lebih selektif dalam ekspansi dan penambahan utang, dengan fokus pada menjaga kualitas neraca keuangan & stabilitas arus kas.
Kenaikan BI Rate mendorong emiten lebih selektif dalam ekspansi dan penambahan utang, dengan fokus pada menjaga kualitas neraca keuangan & stabilitas arus kas.
Ketidakpastian regulasi ekspor satu pintu memicu volatilitas pasar saham, dengan IHSG mengalami rebound semu dan diprediksi akan kembali turun.
IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,45% ke 467,77, namun saham tambang seperti ADRO dan INCO tetap menguat. Rebalancing indeks akan dilakukan Mei 2026.
Indeks Bisnis-27 menambah 8 saham baru, termasuk MBMA dan BRMS, untuk periode Mei-Oktober 2026, meningkatkan daya tarik dan peluang investasi bagi investor.
Konflik AS-Iran memicu kenaikan harga batu bara, menguntungkan saham sektor ini seperti ITMG dan PTBA dalam jangka pendek. Investor disarankan akumulasi beli.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
Samuel Sekuritas menargetkan 5 perusahaan dari sektor keuangan, farmasi, retail, teknologi, dan komoditas untuk IPO di BEI pada 2026.
Prospek reksa dana saham 2026 didorong dividen dan perbaikan kinerja emiten, meski IHSG tinggi. Panin Asset Management targetkan AUM Rp17 triliun.