Saham ANTM, BRMS, hingga KLBF bawa Indeks Bisnis-27 dibuka melemah
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke level 480,86, dipengaruhi oleh penurunan saham ANTM, BRMS, dan KLBF.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke level 480,86, dipengaruhi oleh penurunan saham ANTM, BRMS, dan KLBF.
Indeks Bisnis-27 menambah 8 saham baru, termasuk MBMA dan BRMS, untuk periode Mei-Oktober 2026, meningkatkan daya tarik dan peluang investasi bagi investor.
Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan Indeks Bisnis-27 berlaku Mei-Oktober 2026, dengan saham baru AKRA, BRMS, ICBP, MBMA, PGAS, TAPG.
Saham konglomerat Indonesia, termasuk CBDK, ADMR, dan RATU, jatuh pada 2 Februari 2026, menekan IHSG turun 5,16% karena ketidakpastian indeks MSCI.
Sektor konsumer Indonesia prospektif hingga 2026, didukung kenaikan upah dan kebijakan fiskal. Saham ICBP dan MYOR jadi pilihan utama BRI Danareksa.
IHSG diprediksi stagnan di 8.600-8.750. Saham pilihan: BBNI, BBCA, ICBP. Investor fokus pada data ekonomi global dan calon ketua Fed baru.
Saham BREN dan BRMS jadi incaran asing usai masuk indeks MSCI, mendorong inflow dana asing ke pasar saham Indonesia. Faktor global dan domestik mendukung tren ini.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.318,52, didorong saham blue chips seperti BBCA dan UNVR. IDX30 naik 8,33% sebulan terakhir, meski beberapa saham melemah.
Indeks Bisnis-27 rebound 0,07% ke 515,57 pada 2 Oktober 2025, didorong saham AMRT, BRPT, dan TLKM. IHSG juga menguat 0,34% ke 8.071,08.
Indofood CBP mencatat laba Rp5,53 triliun pada semester I/2025, naik 56% YoY. Analis merekomendasikan beli saham ICBP dengan target harga hingga Rp14.640.