IHSG bidik area 7.843 usai melonjak 2,34%, cermati saham BBNI, HRTA hingga NICL
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.700-7.843 setelah melonjak 2,34% ke 7.675 pada perdagangan sebelumnya.
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.700-7.843 setelah melonjak 2,34% ke 7.675 pada perdagangan sebelumnya.
IHSG diprediksi uji resistance 7.300-7.350 didorong koreksi harga minyak. Perhatikan saham BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, ASII. Cadangan devisa RI turun.
Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 1,40% ke posisi 488,10 dengan 5 saham menguat, 21 melemah, dan 1 stagnan.
IHSG turun 0,84% ke 7.218,42 akibat koreksi saham AMMN, UNVR, dan BREN. Meski demikian, optimisme pasar global meningkat setelah meredanya ketegangan AS-Iran.
IHSG naik 3,39% didorong pengumuman FTSE, mayoritas saham big caps menguat, termasuk BBCA dan BBRI. Indonesia tetap di kelas secondary emerging market.
Indeks Bisnis-27 turun 1,53% ke level 474,33 pada penutupan perdagangan 7 April 2026. Meski begitu, saham BRPT, MAPI, dan MEDC terpantau mampu menguat.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,20% ke posisi 482,71 dengan saham BUMI, MEDC, dan ADRO memimpin kenaikan.
Saham BREN dan BYAN menjadi penekan utama IHSG dengan koreksi masing-masing 13,12% dan 13,59%, menekan indeks sebesar 26,78 dan 26,67 poin.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,01% ke 483,09 pada 31 Maret 2026, dipicu penurunan saham MEDC, BUMI, dan JPFA, sementara IHSG turun 0,61% ke 7.048,22.
KSEI membuka data kepemilikan saham di atas 1%, mengungkap 15 saham yang dikoleksi PT Taspen, termasuk BBNI, BBTN, dan JSMR, dengan investasi hati-hati.