IHSG ditutup menguat 1,11% ke 6.195, saham DSSA, BREN hingga big banks tancap gas
IHSG naik 1,11% ke 6.195,42 pada 2 Juni 2026, didorong saham DSSA, BREN, dan big banks. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.918,65 triliun.
IHSG naik 1,11% ke 6.195,42 pada 2 Juni 2026, didorong saham DSSA, BREN, dan big banks. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10.918,65 triliun.
Investor asing melepas saham di indeks MSCI Indonesia, dengan BBCA sebagai sasaran utama, Ifonti.com foreign sell Rp30,28 triliun hingga April 2026.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke level 438,43 dengan saham BUMI, TAPG, dan DEWA memimpin penurunan.
IHSG menguat 1,10% ke 6.162,05 pada Jumat (22/5/2026) setelah sebelumnya selalu ditutup di zona merah sepanjang pekan.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,22% ke 455,41, namun saham BRMS, ANTM, dan BUMI tetap menguat. Analis prediksi IHSG rawan koreksi.
IHSG turun 0,87% ke 6.858,89 pada 12 Mei 2026, dipicu koreksi saham BREN, BYAN, dan ASII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.171 triliun.
IHSG turun 4,63% sepekan, saham MORA, BBRI, dan BBCA jadi top leaders, sementara AMMN dan DSSA jadi top laggards.
Indeks Bisnis-27 naik 0,16% ke 469,89 pada 22 April 2026, didorong saham DSNG, MEDC, JPFA. Total transaksi Rp5,524 triliun, volume 3,285 miliar saham.
IHSG turun 0,48% ke 7.072 pada 28 April 2026, dipengaruhi saham AMMN, DSSA, dan TPIA yang melemah. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.617 triliun.
Indeks Bisnis-27 turun 0,38% ke 469,16 pada 28 April 2026, dipicu pelemahan saham JPFA, AMRT, dan DSNG. IHSG juga melemah 0,48% ke 7.072,39.