Cek deretan saham top leaders dan laggard sepekan saat IHSG terjun ke zona merah
IHSG turun 4,63% sepekan, saham MORA, BBRI, dan BBCA jadi top leaders, sementara AMMN dan DSSA jadi top laggards.
IHSG turun 4,63% sepekan, saham MORA, BBRI, dan BBCA jadi top leaders, sementara AMMN dan DSSA jadi top laggards.
Saham BBCA hingga ISAT menjadi top laggards, menekan IHSG dengan kontribusi negatif terbesar selama pekan 13-17 April 2026.
Saham FILM, DSSA, dan BREN menekan IHSG, yang turun 4,73% pada 2-6 Februari 2026. Kapitalisasi pasar turun 4,69% dengan volume transaksi harian turun 31,75%.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, dipengaruhi oleh penurunan saham BRPT, PANI, dan COIN. Kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun.
Saham BRPT, DSSA, dan DCII anjlok sepekan, menekan IHSG turun 0,83% ke 8.537,91. Kapitalisasi pasar turun 1,17%, transaksi harian turun 30,91%.
Saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi pemberat IHSG 2025, dengan koreksi signifikan yang menghambat laju indeks hingga 7,62%.
Saham RISE dan BYAN menjadi top laggards IHSG sepekan, meski IHSG mencapai ATH baru. Sementara itu, saham DSSA, BREN, dan TLKM memimpin penguatan.
IHSG menguat 0,47% pada 1-4 September 2025 meski saham besar seperti DCII, BREN, dan BBRI menahan Ifonti.com sell asing capai Rp5,3 triliun sepekan.