IHSG anjlok di bawah 7.000, BEI: Penurunan jangka pendek jadi peluang
Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.
Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.
IHSG turun 2,19% ke 7.026, dipicu pelemahan saham BREN, BRPT, dan ADMR. Sentimen global dan domestik turut mempengaruhi. BEI perbarui aturan free float.
Sektor energi mendominasi jajaran top leaders di tengah penguapan kapitalisasi pasar bursa senilai Rp1.160 triliun sepanjang perdagangan 2 – 6 Maret 2026.
Saham FILM, ELPI, dan MMLP memimpin daftar top losers pekan ini dengan penurunan signifikan, sementara IHSG anjlok 7,89% pada periode 2-6 Maret 2026.
Saham big caps AMMN, BBRI, dan BREN menjadi top laggards yang membebani IHSG sepanjang pekan ini, dengan AMMN menempati urutan pertama setelah anjlok 19,93%.
IHSG mengalami penurunan 7,89% ke level 7.585,68 dan kapitalisasi pasar Bursa turun Rp1.160 triliun menjadi Rp13.627 triliun dalam sepekan.
IHSG anjlok 4,32% akibat ketegangan AS-Iran dan transparansi saham. Penurunan ini dipicu oleh volatilitas pasar dan kenaikan harga minyak global.
IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.
Empat pejabat OJK dan BEI mundur di tengah IHSG anjlok, memicu evaluasi pengawasan pasar modal. Ekonom Unair sebut ini tanggung jawab moral dan perlu investigasi.
Kejagung memantau isu gorengan saham setelah IHSG anjlok 8% akibat laporan MSCI. Pemerintah menilai reaksi pasar berlebihan dan akan mengawal kasus ini.