Tekanan global belum surut, IHSG berpotensi rebound
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
Saham big caps AMMN, BBRI, dan BREN menjadi top laggards yang membebani IHSG sepanjang pekan ini, dengan AMMN menempati urutan pertama setelah anjlok 19,93%.
Pasar saham pekan ini diprediksi volatil dengan IHSG di rentang 8.200-8.400. Rekomendasi saham: SMGR, ARCI, BFIN, dan reksa dana XIPI.
Saham HILL, NATO, dan SOTS masuk daftar top losers pekan ini meski IHSG naik 3,49% ke 8.212,271.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.
Keputusan suku bunga The Fed pekan ini akan mempengaruhi IHSG, dengan prediksi penurunan 25 bps. Saham DATA, UNVR, dan BMRI direkomendasikan.
Saham BUKK, ARKO, dan BULL menjadi top gainers pekan ini, dengan BUKK naik 95,43%. IHSG menguat 0,52% dan kapitalisasi pasar BEI naik 0,49%.
IHSG mencetak rekor tertinggi di 8.126,55, didorong kesepakatan dagang RI-Uni Eropa dan stabilitas rupiah. Pekan depan, pantau kebijakan fiskal dan cukai rokok.
IHSG naik 0,47% pekan ini meski investor Ifonti.com sell Rp4,17 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,20% jadi Rp14.211 triliun.