IHSG tinggalkan 7.000, peluang akumulasi saham murah
IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.
IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.
Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan lonjakan harga minyak dapat mengancam ekonomi global, dengan dampak lebih terasa di Eropa dan Asia.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG turun ke 6.956,80 pada April 2026, terendah di Asia. Saham komoditas seperti EMAS dan ADRO tetap cuan.
The Fed menahan suku bunga, sinyal kebijakan bergeser dari dovish ke netral karena inflasi naik. Perdebatan internal meningkat, keputusan hati-hati diambil.
IHSG dan rupiah melemah akibat gejolak Timur Tengah, menekan fiskal negara. Pemerintah perlu evaluasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Memanasnya konflik antara AS-Iran membuka peluang bagi sejumlah sektor saham untuk mencetak cuan.
Bank Indonesia diperkirakan menahan BI Rate di 4,75% pada April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan ekspektasi inflasi yang meningkat.
Risalah FOMC The Fed menunjukkan ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik Timur Tengah, mempengaruhi kebijakan moneter AS dengan risiko inflasi dan ekonomi.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.