Normalisasi harga emas jadi peluang serok bawah saham ANTM & MDKA cs
Harga emas dunia fluktuatif akibat geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga, memicu koreksi saham tambang emas di BEI, namun ANTM dan BRMS tetap menguat.
Harga emas dunia fluktuatif akibat geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga, memicu koreksi saham tambang emas di BEI, namun ANTM dan BRMS tetap menguat.
Harga emas spot naik 2,2% setelah inflasi AS terkendali, memicu harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Investor memanfaatkan harga emas yang lebih murah.
Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, menyarankan suku bunga AS tetap ketat untuk mengendalikan inflasi, meski pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell oleh pemerintahan Trump memicu kecaman luas, menyoroti ancaman terhadap independensi bank sentral AS.
Presiden Fed New York, John Williams, menilai suku bunga saat ini tepat untuk menstabilkan pasar tenaga kerja dan mengembalikan inflasi ke target 2%.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.
Menkeu AS Scott Bessent mempertimbangkan peninjauan ulang target inflasi The Fed 2% setelah inflasi terkendali, dengan opsi rentang target 1,5%-2,5%.
Wall Street menguat didorong saham teknologi seperti Nvidia dan Oracle, meski sektor konsumer tertekan. Optimisme AI dan data inflasi AS turut mempengaruhi pasar.
The Fed memangkas suku bunga untuk menghadapi 2026, menyeimbangkan risiko inflasi dan pasar tenaga kerja, dengan target pertumbuhan ekonomi 2,25% pada 2026.
Saham ASII, MAPI, hingga UNVR menjadi top picks dengan IHSG yang diproyeksi bergerak menguat hari ini.