Deputi Gubernur BI wanti-wanti risiko sistemik di era arsitektur keuangan baru
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menyoroti risiko sistemik di era arsitektur keuangan baru, menekankan pentingnya koordinasi dan otonomi lembaga keuangan.
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menyoroti risiko sistemik di era arsitektur keuangan baru, menekankan pentingnya koordinasi dan otonomi lembaga keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya mengkaji pembentukan Bond Stabilization Fund (BSF) untuk membantu BI menstabilkan rupiah, dengan dana tidak hanya dari APBN.
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1% akibat perang Timur Tengah, memicu inflasi dan ketidakstabilan keuangan.
Harga emas dunia fluktuatif akibat geopolitik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga, memicu koreksi saham tambang emas di BEI, namun ANTM dan BRMS tetap menguat.
Bank Indonesia menyuntikkan Rp397,9 triliun ke perbankan awal 2026, hampir dua kali lipat dana pemerintah. Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan suku bunga kredit.
Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, menyarankan suku bunga AS tetap ketat untuk mengendalikan inflasi, meski pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.
Bank Indonesia dan Bank Sentral Thailand menghadapi 2026 dengan kebijakan moneter berbeda; Thailand memangkas suku bunga untuk melemahkan baht, sementara Indonesia menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah.
Harga emas turun 0,2% jelang rapat The Fed, dengan pasar menanti sinyal suku bunga. Emas diprediksi bisa mencapai US$5.000 per troy ounce di 2026.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah, ekonom memberikan pandangan soal pemangkasan bunga ke depan.