Pilah-pilih saham properti CTRA, SMRA, cs kala target marketing sales lebih realistis
Analis menilai target marketing sales properti 2026 realistis, didukung insentif PPN DTP dan fokus pada hunian tapak. Saham CTRA, BSDE, SMRA direkomendasikan.
Analis menilai target marketing sales properti 2026 realistis, didukung insentif PPN DTP dan fokus pada hunian tapak. Saham CTRA, BSDE, SMRA direkomendasikan.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan ekspektasi inflasi terkendali meski ada konflik geopolitik. The Fed masih wait and see sambil memantau risiko ekonomi.
Pada Januari 2026, BI melaporkan penurunan suku bunga kredit dan simpanan, dengan suku bunga kredit rata-rata 8,79% dan suku bunga simpanan berjangka turun di berbagai tenor.
BI mencatat pemanfaatan KLM baru 4,83% dari DPK dan masih ada ruang 0,7% untuk menekan bunga kredit.
Sektor properti diprediksi stabil pada 2026 dengan suku bunga BI 4,75%.
Bank Indonesia menyuntikkan Rp397,9 triliun ke perbankan awal 2026, hampir dua kali lipat dana pemerintah. Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan suku bunga kredit.
Ruang fiskal Indonesia menyempit akibat defisit APBN 2025, mendorong peran Bank Indonesia dalam menstimulasi ekonomi melalui kebijakan moneter yang lebih longgar.
HSBC memprediksi Bank Indonesia akan memangkas suku bunga tiga kali pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan total penurunan 75 bps.
Reformasi Danantara dan stimulus fiskal diproyeksikan mendorong pertumbuhan saham BUMN pada 2026, dengan fokus pada sektor perbankan dan infrastruktur.
Menkeu AS Scott Bessent dorong The Fed pangkas suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meski risiko inflasi meningkat.