Breaking! BI kembali tahan suku bunga acuan di 4,75% dalam RDG April 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% pada RDG April 2026, fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian eksternal dan inflasi energi.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% pada RDG April 2026, fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian eksternal dan inflasi energi.
Bank Indonesia diperkirakan menahan BI Rate di 4,75% pada April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan ekspektasi inflasi yang meningkat.
Indeks Bisnis-27 turun 0,52% ke 494,45 karena sentimen global dan ketegangan geopolitik. Saham BBRI dan TLKM jadi penekan, sementara UNTR dan ASRI menguat.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan ekspektasi inflasi terkendali meski ada konflik geopolitik. The Fed masih wait and see sambil memantau risiko ekonomi.
Perdagangan saham di BEI akan dibuka kembali besok, Rabu (25/3/2026), usai libur panjang untuk momen Nyepi dan Idulfitri 2026.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75% pada Maret 2026, meski ada ketidakpastian ekonomi akibat konflik Timur Tengah dan inflasi tinggi.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
IHSG berpotensi rebound ke 9.000 pada akhir 2026 jika ketegangan geopolitik mereda, kebijakan fiskal stabil, dan reformasi pasar diterima positif oleh MSCI.
Rencana Bank Indonesia menghentikan operasi moneter selama Lebaran berisiko memicu gejolak rupiah saat pasar buka kembali. Risiko utama berasal dari pasar global.
Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.