Wamenkeu: Yield SBN masih terjaga, BI bantu serap Rp140,57 triliun
Wamenkeu dan BI jaga kepercayaan investor SBN meski ada gejolak global. Yield SBN stabil, BI serap Rp140,57 triliun SBN untuk stabilitas pasar.
Wamenkeu dan BI jaga kepercayaan investor SBN meski ada gejolak global. Yield SBN stabil, BI serap Rp140,57 triliun SBN untuk stabilitas pasar.
Risalah FOMC The Fed menunjukkan kekhawatiran inflasi akibat perang Iran, memicu kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi terus di atas 2%.
Kevin Warsh, calon pemimpin The Fed, berencana menurunkan suku bunga jangka pendek dan mengurangi neraca, yang dapat memengaruhi pasar obligasi Indonesia.
Indeks Bisnis-27 melemah akibat sentimen negatif MSCI, dengan saham INCO dan BBRI turun.
Risalah FOMC The Fed menunjukkan ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik Timur Tengah, mempengaruhi kebijakan moneter AS dengan risiko inflasi dan ekonomi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan ambrol dengan peringatan dari lembaga-lembaga pemeringkat global.
Mahkamah Agung AS membatalkan tarif Trump, memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan dolar, sedangkan pasar saham bergerak moderat.
Pemerintah targetkan Rp33 triliun dari lelang Surat Utang Negara pada 18 Februari 2026, melibatkan 9 jenis SUN. Lelang terbuka bagi investor melalui dealer utama.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
IHSG melemah 4,73% ke level 7.935,26 dan kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp14.341 triliun selama pekan 2-6 Februari 2026.