Purbaya yakin pelemahan rupiah & IHSG pagi ini (18/5) hanya jangka pendek
Menkeu Purbaya yakin pelemahan rupiah dan IHSG 18/5 bersifat sementara, didorong sentimen jangka pendek. Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Menkeu Purbaya yakin pelemahan rupiah dan IHSG 18/5 bersifat sementara, didorong sentimen jangka pendek. Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Kevin Warsh, calon pemimpin The Fed, berencana menurunkan suku bunga jangka pendek dan mengurangi neraca, yang dapat memengaruhi pasar obligasi Indonesia.
Rupiah melemah ke Rp17.500 per dolar AS, Menkeu Purbaya siap intervensi pasar obligasi untuk bantu BI stabilkan nilai tukar dan cegah defisit APBN melebar.
Investor disarankan fokus pada saham fundamental kuat seperti BBRI, BMRI, TLKM, dan ADRO untuk Ifonti.com sell asing yang menekan rupiah dan IHSG.
IHSG dan rupiah melemah akibat gejolak Timur Tengah, menekan fiskal negara. Pemerintah perlu evaluasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Kebijakan free float 15% mendorong konsolidasi BUMN, IPO besar, dan likuiditas pasar. Konsolidasi meningkatkan daya tarik investor dan efisiensi pendanaan.
Reksa dana saham dan campuran memimpin penguatan di awal April 2026, didorong rebound IHSG. Pinnacle Dana Prima dan Danapathi Balance Fund catat return tertinggi.
Kemenkeu menyatakan tekanan pasar obligasi Indonesia akibat faktor eksternal, namun kinerja SBN tetap baik. Spread SBN-UST rendah, menunjukkan kepercayaan investor.
Kemenkeu dan BI sepakat lakukan debt switch Rp173,4 triliun pada 2026 untuk stabilkan yield SBN dan kurangi penerbitan utang baru, menjaga stabilitas pasar.
Rupiah menguat didorong pelemahan dolar AS dan sinyal positif BI. Stabilitas rupiah diprioritaskan BI melalui operasi pasar valas, meski risiko global dan isu fiskal tetap diwaspadai.