Nilai tukar rupiah masih loyo, BI perketat aturan beli dolar AS
Bank Indonesia memperketat pembelian valas tanpa ‘underlying’ untuk menstabilkan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS, di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia memperketat pembelian valas tanpa ‘underlying’ untuk menstabilkan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS, di tengah ketidakpastian global.
Kenaikan BI Rate ke 5,25% diprediksi meningkatkan daya tarik investasi di pasar obligasi, memicu capital inflow ke instrumen pendapatan tetap SBN.
Rupiah melemah ke Rp17.500 per dolar AS, Menkeu Purbaya siap intervensi pasar obligasi untuk bantu BI stabilkan nilai tukar dan cegah defisit APBN melebar.
Rupiah melemah ke Rp17.409 per USD. Pemerintah dan BI siapkan strategi seperti cross-currency swap dengan negara Asia untuk stabilkan nilai tukar.
Rupiah melemah ke Rp17.400 per dolar AS, BI intervensi pasar untuk stabilisasi di tengah ketegangan global. Mata uang Asia lainnya juga tertekan.
Bank Indonesia membeli SBN pemerintah senilai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, sebagai sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
IHSG mengalami penurunan 7,89% ke level 7.585,68 dan kapitalisasi pasar Bursa turun Rp1.160 triliun menjadi Rp13.627 triliun dalam sepekan.
RNTH Bursa melonjak 25,35% sepekan, meski IHSG turun 0,44% ke 8.235,48. Kapitalisasi pasar turun 1,03% jadi Rp14.787 triliun. Transaksi harian naik 25,35%.
BI dan Kemenkeu sepakat melakukan debt switch senilai Rp173,4 triliun untuk APBN 2026, bertujuan menjaga stabilitas yield SBN meski beban utang meningkat.