IHSG melonjak 4,42% usai redanya konflik AS-Iran, saham BREN hingga AMMN kompak hijau
IHSG melonjak 4,42% ke 7.279,21 usai meredanya konflik AS-Iran, saham BREN hingga AMMN kompak hijau, didorong sentimen positif gencatan senjata.
IHSG melonjak 4,42% ke 7.279,21 usai meredanya konflik AS-Iran, saham BREN hingga AMMN kompak hijau, didorong sentimen positif gencatan senjata.
IHSG ditutup melemah 0,26% ke 6.971,03 dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti BBRI, BMRI, dan AMMN.
IHSG diprediksi turun ke 6.500 pekan depan akibat harga minyak tinggi dan defisit APBN. Pelaku pasar harus waspada jika level 7.000 ditembus.
Kemenkeu disarankan fokus rasionalisasi APBN untuk cegah defisit akibat lonjakan harga minyak dan perang Iran, sebelum mempertimbangkan APBN-P.
IHSG tertekan 15,14% YtD akibat ketegangan AS-Iran dan harga minyak tinggi. Peluang rebound ada, namun terbatas. Analis sarankan strategi defensif.
IHSG turun 4% karena sentimen fiskal dan geopolitik, termasuk revisi outlook utang Indonesia dan ketegangan AS-Iran, memicu kekhawatiran pasar.
IMF mengusulkan kenaikan PPh 21 untuk menekan defisit APBN, namun CITA mengkritik karena bisa jadi beban kelas menengah.
IMF sarankan Indonesia tingkatkan investasi publik dan penerimaan pajak untuk jaga defisit APBN di bawah 3%, sementara Menteri Keuangan dorong peran swasta.
IMF menyarankan Indonesia meningkatkan investasi publik dan penerimaan pajak untuk menjaga defisit APBN di bawah 3% sambil mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pemerintahan Prabowo Subianto menghadapi tekanan fiskal, moneter, dan finansial awal 2026. Defisit APBN melebar, rupiah melemah, dan IHSG anjlok.