Arah IHSG pekan depan ditentukan rilis data ekonomi
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri pertemuan IMF-Bank Dunia dan G20 di AS, menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah geopolitik global, serta mempromosikan investasi dan reformasi struktural.
Gubernur BI dan Menkeu Purbaya berkomitmen menjaga inflasi dan defisit APBN di bawah 3% pada pertemuan IMF di AS, fokus pada stabilitas ekonomi dan transformasi struktural.
IHSG melonjak 4,42% ke 7.279,21 usai meredanya konflik AS-Iran, saham BREN hingga AMMN kompak hijau, didorong sentimen positif gencatan senjata.
IHSG ditutup melemah 0,26% ke 6.971,03 dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti BBRI, BMRI, dan AMMN.
IHSG diprediksi turun ke 6.500 pekan depan akibat harga minyak tinggi dan defisit APBN. Pelaku pasar harus waspada jika level 7.000 ditembus.
Kemenkeu disarankan fokus rasionalisasi APBN untuk cegah defisit akibat lonjakan harga minyak dan perang Iran, sebelum mempertimbangkan APBN-P.
IHSG tertekan 15,14% YtD akibat ketegangan AS-Iran dan harga minyak tinggi. Peluang rebound ada, namun terbatas. Analis sarankan strategi defensif.
IHSG turun 4% karena sentimen fiskal dan geopolitik, termasuk revisi outlook utang Indonesia dan ketegangan AS-Iran, memicu kekhawatiran pasar.
IMF mengusulkan kenaikan PPh 21 untuk menekan defisit APBN, namun CITA mengkritik karena bisa jadi beban kelas menengah.