Kata bos BI soal cadangan devisa RI April 2026 capai US$146,2 miliar untuk jaga rupiah
Cadangan devisa Indonesia April 2026 mencapai US$146,2 miliar, cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Cadangan devisa Indonesia April 2026 mencapai US$146,2 miliar, cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Gubernur BI dan Menkeu Purbaya berkomitmen menjaga inflasi dan defisit APBN di bawah 3% pada pertemuan IMF di AS, fokus pada stabilitas ekonomi dan transformasi struktural.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kebijakan ekonomi Indonesia efektif menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global, didukung oleh pengelolaan suku bunga dan komitmen fiskal pemerintah.
Posisi cadangan devisa Maret 2026 turun tipis dari level pada Februari 2026 yang tercatat sebesar US$151,9 miliar.
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,09% ke level 565,37 pada hari ini, Senin (26/1/2026) didorong oleh saham TLKM, ANTM, dan NCKL.
Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026 meski IMF memproyeksikan 5,1%, didukung stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal.
OJK optimis tren IPO dan rights issue akan meningkat pada 2026 didukung ekonomi stabil dan likuiditas membaik, dengan target dana pasar modal melebihi Rp220 triliun.
Cadangan devisa Indonesia naik ke US$150,1 miliar pada November 2025, didorong penerbitan global bond dan penerimaan pajak, mendukung stabilitas ekonomi.