IHSG ditutup melemah, saham TLKM-PTBA masih perkasa
IHSG melemah 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen negatif MSCI dan rupiah, tetapi saham TLKM dan PTBA tetap kuat.
IHSG melemah 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen negatif MSCI dan rupiah, tetapi saham TLKM dan PTBA tetap kuat.
IHSG menguat ke 6.971,11 jelang review MSCI, didorong saham DSSA, TLKM, dan TPIA. Meski rebound, investor disarankan waspada koreksi.
IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.
IHSG memasuki Mei dengan sentimen “sell in May” di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI, meski ada peluang rebound jika sentimen membaik.
IHSG diprediksi uji level 7.000 pekan depan di tengah ketidakpastian global. Saham potensial: ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, SRTG.
IHSG turun 3,38% pada 24 April 2026 karena sentimen global dan aksi profit taking. Saham BBCA, BUMI, dan lainnya melemah. IHSG dalam fase konsolidasi.
Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Saham undervalued muncul di tengah tekanan IHSG akibat sentimen global dan konflik Timur Tengah. Investor disarankan akumulasi saham berprospek positif.
Rupiah melemah ke Rp17.105/USD, BI prioritaskan stabilitas dengan strategi moneter di tengah ketidakpastian global dan konflik Timur Tengah.
IHSG turun 2,19% ke 7.026, dipicu pelemahan saham BREN, BRPT, dan ADMR. Sentimen global dan domestik turut mempengaruhi. BEI perbarui aturan free float.