IHSG diprediksi bergerak terbatas pekan depan, rupiah dan sentimen global jadi sorotan
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.000-6.300 pekan depan, dipengaruhi sentimen global, pelemahan rupiah, dan rebalancing MSCI.
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.000-6.300 pekan depan, dipengaruhi sentimen global, pelemahan rupiah, dan rebalancing MSCI.
IHSG berpotensi uji level 6.000 akibat tekanan saham big caps, sentimen negatif global, dan kebijakan domestik. Investor disarankan pantau arus dana asing.
Wakil Ketua DPR dan CEO Danantara kunjungi BEI saat IHSG melemah akibat sejumlah sentimen global.
IHSG melemah 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen negatif MSCI dan rupiah, tetapi saham TLKM dan PTBA tetap kuat.
IHSG menguat ke 6.971,11 jelang review MSCI, didorong saham DSSA, TLKM, dan TPIA. Meski rebound, investor disarankan waspada koreksi.
IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.
IHSG memasuki Mei dengan sentimen “sell in May” di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI, meski ada peluang rebound jika sentimen membaik.
IHSG diprediksi uji level 7.000 pekan depan di tengah ketidakpastian global. Saham potensial: ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, SRTG.
IHSG turun 3,38% pada 24 April 2026 karena sentimen global dan aksi profit taking. Saham BBCA, BUMI, dan lainnya melemah. IHSG dalam fase konsolidasi.
Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).