Efektif rebalancing LQ45, saham CUAN dan DEWA kerek laju indeks
Indeks LQ45 menguat 1,01% setelah rebalancing dengan CUAN dan DEWA memimpin. Perubahan efektif 4 Mei 2026, fokus pada kriteria High Shareholding Concentration.
Indeks LQ45 menguat 1,01% setelah rebalancing dengan CUAN dan DEWA memimpin. Perubahan efektif 4 Mei 2026, fokus pada kriteria High Shareholding Concentration.
Indeks Bisnis-27 menambah 8 saham baru, termasuk MBMA dan BRMS, untuk periode Mei-Oktober 2026, meningkatkan daya tarik dan peluang investasi bagi investor.
BEI mengumumkan perubahan saham di indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 mulai Mei 2026. Saham CUAN masuk LQ45, sementara BREN, DSSA, dan NCKL keluar.
IHSG turun 3,38% pada 24 April 2026 karena sentimen global dan aksi profit taking. Saham BBCA, BUMI, dan lainnya melemah. IHSG dalam fase konsolidasi.
IHSG naik 0,89% ke 8.285 pada sesi I, saham konglomerat seperti RATU, BUMI, dan CDIA menguat. Investor menanti risalah FOMC dan perjanjian dagang RI-AS.
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menyelesaikan buyback saham senilai Rp950 miliar lebih cepat dari jadwal, menyerap 4,03% saham beredar.
MSCI akan mengumumkan rebalancing indeks pada 10 Februari 2026. BUMI dan PANI diprediksi masuk MSCI Global Standard, sementara 9 saham lain masuk Small Cap.
Saham emiten Grup Bakrie melonjak awal 2026, BNBR naik 60% ytd. Kenaikan didorong oleh aksi korporasi dan kinerja fundamental yang membaik.
Andhesti Tungkas Pratama menjual 400 juta saham DEWA senilai Rp232,4 miliar pada 31 Desember 2025 untuk divestasi, mengurangi kepemilikan dari 9,35% menjadi 8,37%.
IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.