Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, seiring IHSG ambles hari ini (3/6)
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
Indeks Bisnis-27 melemah 4,33% ke 409,07 pada 3 Juni 2026, seiring IHSG turun 4,11% akibat sentimen negatif global dan domestik.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,71% ke 427,60 pada 2 Juni 2026, didorong saham AMRT, MEDC, dan MIKA. Sebanyak 11 saham naik, 13 turun, dan 3 stagnan.
Lo Kheng Hong membeli 19,9 juta saham SIMP seharga Rp600 per saham, meningkatkan kepemilikannya menjadi 5,11%. Investasi ini menambah portofolio sawitnya.
MSCI membekukan perubahan saham GOTO di indeksnya karena likuiditas rendah dan stagnasi harga di Rp50 sejak Mei 2026. Tinjauan ulang Agustus 2026.
IHSG ditutup melemah 1,23% ke level 6.130,19 dengan 461 saham mengalami penurunan, termasuk saham INCO, ASII, dan AMRT.
PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp99,85 miliar atau Rp40 per saham untuk tahun buku 2025.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada 26 Mei 2026, dipimpin oleh penurunan saham INCO, AMRT, dan JPFA. Indeks bergerak di kisaran 442,17-444,02.
Emiten CPO milik Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp39,99 miliar atau Rp6,97 per saham untuk tahun buku 2025.
Harita Nickel (NCKL) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun setelah mendapat persetujuan dalam RUPST pada 30 Juni 2026.
IHSG turun 8,35% ke 6.162, kapitalisasi pasar hilang Rp1.190 triliun. Transaksi harian naik 15,68%, investor asing jual bersih Rp41,63 triliun sepanjang 2026.