Kata bos BI soal cadangan devisa RI April 2026 capai US$146,2 miliar untuk jaga rupiah
Cadangan devisa Indonesia April 2026 mencapai US$146,2 miliar, cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Cadangan devisa Indonesia April 2026 mencapai US$146,2 miliar, cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Gubernur BI Perry Warjiyo optimis rupiah bisa kembali ke rata-rata Rp16.500 per dolar AS pada Juli-Agustus 2026, meski saat ini di Rp17.600.
Rupiah melemah ke Rp17.400 per dolar AS, BI intervensi pasar untuk stabilisasi di tengah ketegangan global. Mata uang Asia lainnya juga tertekan.
Bank Indonesia diperkirakan menahan BI Rate di 4,75% pada April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan ekspektasi inflasi yang meningkat.
Bank Indonesia diprediksi menahan BI Rate di 4,75% pada RDG April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan risiko inflasi energi.
Bank Indonesia gunakan SVBI dan SUVBI sebagai agunan repo valas mulai 30 Maret 2026 untuk memperkuat operasi moneter dan stabilitas rupiah.
Bank Indonesia tidak membatasi transaksi valas, tetapi memperketat aturan penyertaan dokumen underlying mulai 1 April 2026 untuk menjaga stabilitas Rupiah.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Rencana Bank Indonesia menghentikan operasi moneter selama Lebaran berisiko memicu gejolak rupiah saat pasar buka kembali. Risiko utama berasal dari pasar global.
IHSG diprediksi sideways di 8.200-8.350 usai BI tahan suku bunga 4,75%. Sentimen stabil, kredit tumbuh 9,96%, dan kesepakatan dagang RI-AS dukung pasar.