Bos BI sebut bisa kembalikan rupiah ke rata-rata Rp16.500 dari saat ini Rp16.900
Gubernur BI Perry Warjiyo optimis rupiah bisa kembali ke rata-rata Rp16.500 per dolar AS pada Juli-Agustus 2026, meski saat ini di Rp17.600.
Gubernur BI Perry Warjiyo optimis rupiah bisa kembali ke rata-rata Rp16.500 per dolar AS pada Juli-Agustus 2026, meski saat ini di Rp17.600.
IHSG diprediksi menguat ke level 8.450, didukung sentimen positif dari pembatalan tarif AS dan persetujuan MSCI. Saham pilihan Phintraco: BBRI, BRPT, UNVR.
Rupiah menguat didorong pelemahan dolar AS dan sinyal positif BI. Stabilitas rupiah diprioritaskan BI melalui operasi pasar valas, meski risiko global dan isu fiskal tetap diwaspadai.
IHSG diprediksi konsolidasi di level 8.850-9.100. Saham PGEO, AKRA, dan MEDC direkomendasikan analis. Rupiah menguat, emas naik, ketegangan geopolitik meningkat.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah. Meski menguat, rupiah diprediksi melemah hingga Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026.
IHSG awal 2026 diprediksi menguat, saham BBCA dan BBNI direkomendasikan untuk trading buy. Indeks ditutup di 8.646,94, naik 0,03% akhir 2025.
Rupiah menguat ke Rp16.667 per dolar AS setelah The Fed menurunkan suku bunga 25 bps. Penguatan juga dialami mata uang Asia lainnya.
Rupiah tertekan beberapa hari terakhir September 2025 akibat faktor global dan domestik, meski secara umum menguat 0,30% dibandingkan Agustus 2025.
Bank Indonesia (BI) berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah aksi massa dengan intervensi pasar dan memastikan kecukupan likuiditas.
Bank Indonesia menurunkan BI Rate menjadi 5% pada Agustus 2025 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas rupiah, meski di luar ekspektasi pasar.