Breaking! BI kembali tahan suku bunga acuan di 4,75% dalam RDG April 2026
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% pada RDG April 2026, fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian eksternal dan inflasi energi.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75% pada RDG April 2026, fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian eksternal dan inflasi energi.
Gubernur BI Perry Warjiyo ungkap tiga pilar ketahanan ekonomi Indonesia: kredibilitas kebijakan, adaptasi global, dan kemitraan internasional di Forum IMF-World Bank 2026.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Muhammad Noor Nugroho dikukuhkan sebagai Kepala BI Jateng, menggantikan Rahmat Dwisaputra yang memasuki masa purna tugas.
BTN berencana menyurati BI untuk meminta relaksasi terkait penurunan suku bunga kredit yang lambat, meski telah menjalankan program pemerintah dengan bunga rendah.
Bank Indonesia akan melonggarkan kebijakan likuiditas makroprudensial pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan, dengan dukungan fiskal dari Menkeu Purbaya.
Bank Indonesia memproyeksikan surplus anggaran 2025 sebesar Rp33,4 triliun, menurun dari Rp36,3 triliun di 2024. Surplus 2026 diprediksi Rp16,09 triliun.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi, bukan redenominasi rupiah, yang memerlukan persiapan panjang.
Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan bahwa kenaikan bunga deposito valas oleh bank himbara dilakukan tanpa koordinasi dengan KSSK, BI, OJK, dan LPS.
Politisi Golkar kritik rencana pemerintah tarik dolar WNI dari luar negeri. Rencana ini masih digodok, BI belum beri respons jelas.