BTN (BBTN) absen bagi dividen, fokus ekspansi kredit
BTN tidak membagikan dividen pada 2025 untuk memperkuat modal guna mendukung akuisisi portofolio kredit besar, menjaga kesehatan permodalan bank.
BTN tidak membagikan dividen pada 2025 untuk memperkuat modal guna mendukung akuisisi portofolio kredit besar, menjaga kesehatan permodalan bank.
BTN belum berencana buyback saham untuk menjaga kepemilikan publik di atas 40% demi insentif pajak.
BTN berencana menyurati BI untuk meminta relaksasi terkait penurunan suku bunga kredit yang lambat, meski telah menjalankan program pemerintah dengan bunga rendah.
BTN akan mengadakan RUPSLB pada 19 November 2025 untuk memisahkan unit usaha syariah menjadi Bank Syariah Nasional (BSN) dengan target aset Rp200 triliun.
BTN menurunkan bunga KPR non-subsidi menjadi 2,65% mengikuti penurunan BI Rate ke 5%. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan kredit.