BI rate naik, Amar Bank belum agresif sesuaikan suku bunga
Amar Bank belum agresif menyesuaikan suku bunga meski BI Rate naik 50 bps menjadi 5,25% pada Mei 2026.
Amar Bank belum agresif menyesuaikan suku bunga meski BI Rate naik 50 bps menjadi 5,25% pada Mei 2026.
Bank Indonesia akan menambah insentif KLM hingga 0,5% mulai Agustus 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit. Bank swasta menyambut positif, namun tetap mencermati dampaknya.
Bank Indonesia melonggarkan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) untuk mendorong penyaluran kredit, meski pertumbuhan kredit tetap bergantung pada kondisi ekonomi.
Pada April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,4% YoY, didorong oleh kredit korporasi dan investasi, meski kredit UMKM masih lemah dengan pertumbuhan hanya 0,2% YoY.
BI menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25%, menahan prospek perbankan. Meski ekonomi domestik kuat, tekanan global dan perlambatan kredit membatasi pertumbuhan.
Bank Mandiri membagikan dividen tunai Rp44,47 triliun dari laba 2025, setara 79% dari laba bersih.
Bank Indonesia melihat peluang pertumbuhan kredit di sektor pertanian, jasa, konstruksi, dan transportasi untuk mendorong ekonomi tanpa memicu inflasi.
Superbank soroti lesunya permintaan kredit meski BI genjot intermediasi lewat Pinisi. Ketidakpastian global buat pelaku usaha berhati-hati.
Survei BI mencatat kredit baru tumbuh 38,74% di awal 2026, melambat dari 2025, didominasi sektor konsumsi.
Bank BRI dan Bank Mandiri berencana membagikan dividen lebih besar di tahun 2025, meski ketidakpastian global mengancam. Mereka fokus pada pertumbuhan kredit berkualitas dan efisiensi operasional untuk menjaga kinerja.