Pertumbuhan global dihantui perang Timur Tengah, IMF pangkas proyeksi ekonomi 2026
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1% akibat perang Timur Tengah, memicu inflasi dan ketidakstabilan keuangan.
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1% akibat perang Timur Tengah, memicu inflasi dan ketidakstabilan keuangan.
Kemenkeu optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,5% pada 2026, meski Bank Dunia memproyeksikan 4,7%, didukung konsumsi, investasi, dan sektor pertanian.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan ekspektasi inflasi terkendali meski ada konflik geopolitik. The Fed masih wait and see sambil memantau risiko ekonomi.
IHSG melemah 0,08% ke 7.091,67 pada 30 Maret 2026, dengan saham BBCA, CUAN, dan MDKA turun. Ketegangan Timur Tengah mempengaruhi pasar.
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia menyiapkan Rp185,6 triliun untuk penukaran rupiah melalui aplikasi PINTAR, dengan kuota dan periode pemesanan diperpanjang di Jawa mulai 24 Februari 2026.
IHSG diprediksi sideways di 8.200-8.350 usai BI tahan suku bunga 4,75%. Sentimen stabil, kredit tumbuh 9,96%, dan kesepakatan dagang RI-AS dukung pasar.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, membuka peluang sektor saham konsumsi, ekspor, dan energi untuk cuan di tengah volatilitas pasar.
Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.