Rano Karno dukung BI DKI Jakarta, dorong film jadi sumber pertumbuhan baru

Ifonti.com JAKARTA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta dan Pemprov Jakarta bersinergi dalam mendorong pengembangan industri kreatif, khususnya subsektor perfilman, sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jakarta Iwan Setiawan berdiskusi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, yang didampingi Dinas Parekraf, dan Yayasan Ruang Cinema Jakarta pada Jumat (8/6/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno menyampaikan apresiasi atas peran aktif Bank Indonesia dalam pengembangan industri kreatif di Ibu Kota. 

: Ekonomi Jakarta Kuartal I/2026 Tumbuh 5,59%, BI DKI: Permintaan Domestik Solid

“Hal ini bisa memperkuat ekosistem perfilman yang lebih kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan berkontribusi dalam perekonomian,” ujar Bang Doel, sapaan akrabnya, dalam keterangan resmi dikutip Minggu (10/5/2026). 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta menyampaikan bahwa pengembangan industri perfilman merupakan bagian penting dalam mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di Jakarta.

: : BI DKI Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 4,8%-5,6% pada 2026

Iwan mengatakan industri perfilman tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda, tetapi juga memiliki multiplier effect yang besar terhadap sektor lain seperti pariwisata, kuliner, transportasi, hingga hospitality. 

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, termasuk melalui penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival,” ujar Iwan. 

Iwan berharap sinergi ini dapat menjadi model kolaborasi yang dapat diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara nasional.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Ruang Sinema Jakarta memaparkan perkembangan penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 yang menunjukkan antusiasme tinggi dari generasi muda.

Hingga akhir April 2026, tercatat sebanyak 178 karya film telah terdaftar dalam Lensa Kompetisi Pelajar dan Mahasiswa, serta 64 proposal dalam Jakarta Film Fund.

Capaian ini mencerminkan besarnya potensi talenta kreatif muda Jakarta yang terus berkembang dan perlu didukung melalui kolaborasi lintas sektor. JYFF 2026 sendiri menjadi salah satu ruang strategis bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi, serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif dan berdaya saing melalui tema “Jakarta Kota Kita”.

Ke depannya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengintensifkan sinergi serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Upaya ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan peran subsektor perfilman sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia,” ucap Iwan.