IHSG diproyeksi bearish pekan depan, geopolitik hingga MSCI jadi sentimen
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat ketidakpastian geopolitik, volatilitas komoditas, dan arus dana asing. Fokus pada data ekonomi dan keputusan MSCI.
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat ketidakpastian geopolitik, volatilitas komoditas, dan arus dana asing. Fokus pada data ekonomi dan keputusan MSCI.
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
IMF mengusulkan kenaikan PPh 21 untuk menekan defisit APBN, namun CITA mengkritik karena bisa jadi beban kelas menengah.
Ekspansi fiskal 2025 dinilai menekan kebijakan moneter BI, memicu ketegangan dengan Menkeu Purbaya. BI harus menjaga stabilitas meski fiskal ‘reckless’.
Saham teknologi memimpin 2025, sektor konsumer, properti, dan keuangan diprediksi naik pada 2026. IHSG bisa tembus 10.500 dengan stabilitas ekonomi.
Revisi UU P2SK mengurangi independensi BI, mendorong peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, meski independensi tetap dijaga.
Bank Indonesia semakin terlibat dalam pembiayaan APBN 2025, menyerap Rp289,9 triliun surat utang pemerintah, memicu kekhawatiran tentang independensinya.
Rencana redenominasi rupiah oleh Bank Indonesia dan pemerintah belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Fokus saat ini adalah stabilitas ekonomi.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi, bukan redenominasi rupiah, yang memerlukan persiapan panjang.
BI dan pemerintah berencana mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR.