Suku bunga ditahan, The Fed kirim sinyal kebijakan tak lagi dovish
The Fed menahan suku bunga, sinyal kebijakan bergeser dari dovish ke netral karena inflasi naik. Perdebatan internal meningkat, keputusan hati-hati diambil.
The Fed menahan suku bunga, sinyal kebijakan bergeser dari dovish ke netral karena inflasi naik. Perdebatan internal meningkat, keputusan hati-hati diambil.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 1,37% ke 478,47 pada Senin (30/3/2026) dipengaruhi saham AMRT dan BBCA. Ketidakpastian global dan konflik AS-Iran memicu kekhawatiran ekonomi.
IHSG diprediksi bearish pekan depan akibat ketidakpastian geopolitik, volatilitas komoditas, dan arus dana asing. Fokus pada data ekonomi dan keputusan MSCI.
Dolar AS menguat karena spekulasi The Fed tidak akan memangkas suku bunga sebanyak yang diharapkan, meski tekanan dari kebijakan Trump masih ada.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,35% ke 529,82, namun saham ADMR, ADRO, dan AMRT menguat. Fokus pasar pada data ekonomi AS, China, dan Indonesia.
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
IHSG diprediksi menguat dengan saham AKRA, PTRO, ASII jadi perhatian. Optimisme ekonomi dan data positif mendukung kenaikan indeks ke 8.300-8.350.
The Fed diperkirakan memangkas suku bunga untuk mendukung pasar tenaga kerja yang melemah, meski inflasi masih menjadi kekhawatiran utama.
Inflasi AS tinggi, The Fed hati-hati pangkas suku bunga untuk menahan permintaan dan mencegah lonjakan harga, meski pasar tenaga kerja tetap sehat.
Dolar AS menguat saat pasar menanti dampak shutdown pemerintah AS dan keputusan suku bunga The Fed.