Indeks Bisnis-27 ditutup turun, saham INCO, ADRO hingga NCKL masih melaju
Indeks Bisnis-27 turun 0,81% meski saham INCO, ADRO, INKP, dan NCKL naik. IHSG melemah 0,68% ke 7.623,59 dengan 411 saham meningkat.
Indeks Bisnis-27 turun 0,81% meski saham INCO, ADRO, INKP, dan NCKL naik. IHSG melemah 0,68% ke 7.623,59 dengan 411 saham meningkat.
Indeks Bisnis-27 turun 1,53% ke level 474,33 pada penutupan perdagangan 7 April 2026. Meski begitu, saham BRPT, MAPI, dan MEDC terpantau mampu menguat.
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,20% ke posisi 482,71 dengan saham BUMI, MEDC, dan ADRO memimpin kenaikan.
IHSG dibuka melemah 0,45% ke 7.153, tertekan saham BREN dan INCO. Sentimen global dan domestik mempengaruhi, sementara aturan free float BEI diperbarui.
IHSG sesi I turun 3,49% pada 9 Maret 2026, dipicu sentimen negatif global dan domestik, menyebabkan saham konglomerat Indonesia melemah. Fitch Ratings revisi outlook utang Indonesia jadi negatif.
Sektor energi mendominasi jajaran top leaders di tengah penguapan kapitalisasi pasar bursa senilai Rp1.160 triliun sepanjang perdagangan 2 – 6 Maret 2026.
Konflik AS-Iran memicu kenaikan harga batu bara, menguntungkan saham sektor ini seperti ITMG dan PTBA dalam jangka pendek. Investor disarankan akumulasi beli.
IHSG diprediksi lanjut menguat, cek saham pilihan BNI Sekuritas: PANI, JPFA, BULL, EMAS, ENRG, RAJA. Waspadai koreksi jika IHSG tak tembus 8.450.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,13% ke 545,02, namun saham ADRO, BUMI, dan MEDC tetap menguat. Total transaksi mencapai Rp388,2 miliar.
Dividen jumbo emiten blue chip belum cukup menahan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia, meski prospek fundamental tetap solid di 2025.