Pasar saham RI rebound, IHSG ditutup naik 1,10% ke 6.162 pada Jumat (22/5)
IHSG menguat 1,10% ke 6.162,05 pada Jumat (22/5/2026) setelah sebelumnya selalu ditutup di zona merah sepanjang pekan.
IHSG menguat 1,10% ke 6.162,05 pada Jumat (22/5/2026) setelah sebelumnya selalu ditutup di zona merah sepanjang pekan.
IHSG naik 0,55% ke 6.353 dengan saham big caps seperti BBCA dan MORA menguat. Pidato Prabowo dan kenaikan BI Rate menjadi sentimen pasar utama.
IHSG mengalami kenaikan 0,18% sepanjang pekan ini, dengan rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat menjadi Rp23,06 triliun.
IHSG dibuka naik 0,97% ke 7.023,96, didorong saham TPIA, BREN, dan AMMN. Sebanyak 360 saham menguat, kapitalisasi pasar Rp12.561,88 triliun.
Saham MSIN, APIC, dan ROTI masuk daftar top losers dengan penurunan signifikan selama 13-17 April 2026, sementara IHSG naik 2,35% ke 7.634.
Saham DEFI, WBSA, dan MDIA memimpin top gainers dengan kenaikan signifikan selama 13-17 April 2026, mendorong IHSG naik 2,35% ke level 7.634.
IHSG naik 2,07% ke 7.458, dipimpin saham CITY, WBSA, dan DIVA. Penguatan didorong koreksi harga minyak dan teknikal positif. Cadangan devisa RI turun, namun masih aman.
IHSG ditutup naik 0,39% ke 7.307,59 didorong oleh penguatan saham big caps seperti BREN, DSSA, dan TPIA.
IHSG naik 3,39% didorong pengumuman FTSE, mayoritas saham big caps menguat, termasuk BBCA dan BBRI. Indonesia tetap di kelas secondary emerging market.
Saham emas dan batu bara seperti EMAS dan AADI menjadi incaran asing jelang Lebaran, meski IHSG terkoreksi. Analis rekomendasikan AADI dan ARCI.