Daftar 10 top losers sepekan: Saham grup DSSA & BREN masuk daftar
IHSG melemah 6,61% pekan ini, dengan DSSA dan BREN masuk daftar top losers. Investor asing jual bersih Rp42,809 triliun.
IHSG melemah 6,61% pekan ini, dengan DSSA dan BREN masuk daftar top losers. Investor asing jual bersih Rp42,809 triliun.
Saham DEFI, WBSA, dan MDIA memimpin top gainers dengan kenaikan signifikan selama 13-17 April 2026, mendorong IHSG naik 2,35% ke level 7.634.
Pasar saham Indonesia 2025 didominasi saham teknologi, IDXTECHNO naik 143,55% ytd. Saham sektor lain juga menguat, namun IDXFINANCE dan IDXNONCYC tertinggal.
Saham teknologi di IDXTECHNO, termasuk DCII dan WIFI, melonjak pada 2025. Prospek 2026 bergantung pada isu merger GOTO dan Grab serta fundamental perusahaan.
IHSG sesi I naik 0,21% ke 8.405, didorong saham SRAJ, DSSA, BRPT. Saham perbankan lesu, sementara saham konglomerat dan Hary Tanoe menguat.
IHSG turun 2,57% ke 7.915 dipicu koreksi saham konglomerat seperti Grup Lippo dan Haji Isam. Saham MLPT dan JARR masuk top losers dengan penurunan double digit.
Saham konglomerat seperti DSSA dan DCII mencatat lonjakan multibagger tahun ini yang didukung transformasi bisnis dan tren global.
IHSG sesi I naik 0,53% ke 8.182,63, didorong saham Prajogo Pangestu. Saham CUAN, CDIA, dan MLPT memimpin penguatan. Optimisme didukung faktor domestik dan global.
Saham MLPT naik 442% dalam 2 bulan, mencapai Rp215.000. Broker utama: Ciptadana dan Stockbit. Kenaikan dipicu mekanisme pasar, Ifonti.com material baru.
IHSG menembus 8.000, namun penguatan ini belum mencerminkan perbaikan fundamental, didorong saham konglomerasi. Mirae Asset targetkan IHSG di 6.900 akhir 2025.