Ashmore AM pilih strategi hati-hati tapi oportunistis di pasar saham RI
PT Ashmore Asset Management Indonesia mengadopsi strategi berhati-hati namun oportunistis di pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian global.
PT Ashmore Asset Management Indonesia mengadopsi strategi berhati-hati namun oportunistis di pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Delapan perusahaan antre IPO di BEI, lima di antaranya aset besar, dari sektor seperti basic materials, finansial, dan energi. Hingga kini, belum ada IPO baru.
IHSG terus mencetak rekor ATH didorong sentimen positif, sektor transportasi dan energi berpotensi menopang, meski ada risiko geopolitik global.
Enam perusahaan besar siap IPO di BEI akhir tahun 2025, berasal dari sektor material, energi, finansial, teknologi, dan transportasi. Total 9 perusahaan dalam pipeline.
Pasar saham Indonesia 2025 didominasi saham teknologi, IDXTECHNO naik 143,55% ytd. Saham sektor lain juga menguat, namun IDXFINANCE dan IDXNONCYC tertinggal.
BEI mencatat 10 perusahaan dalam pipeline IPO, dengan 2 di antaranya berpotensi menjadi IPO lighthouse tahun ini. OJK memproses pendaftaran IPO senilai Rp5,3 triliun.
BEI mencatat 7 perusahaan dalam antrean IPO, dengan 3 berskala besar dan 4 menengah. Sektor meliputi bahan dasar, industri, keuangan, teknologi, dan transportasi.